-->

Analisis struktur dramatik

Analisis struktur dramatik

Judul: Bumi Manusia

Orientasi:

Pada masa kolonial Belanda di Hindia Belanda, tingkat sosial dibagi menjadi tiga yaitu: orang Eropa, asing (Arab, Cina, dsb) dan yang terendah adalah pribumi. Tingkat sosial tersebut bisa dilihat dalam film Bumi Manusia, pada perkataan yang dilontarkan oleh seorang Belanda, Herman Mellema kepada Minke, si pribumi.

Diceritakan hiduplah seorang pemuda Pribumi bernama Minke, yang mendapati dirinya bersekolah di Hogere Burgerschool (HBS), sebuah sekolah yang sekarang setingkat dengan SMA, dan diperuntukan untuk orang Belanda, Eropa dan Elite Pribumi. Minke sendiri merupakan anak Bupati kota B (disebutkan dalam cerita)—dirinya disekolahkan agar kemudian bisa menjadi Bupati seperti ayahnya , meski Minke bersikeras menolaknya.

Pengungkapan Peristiwa:

Ceritanya berawal ketika Minke yang mendapati dirinya ditantang oleh seorang teman—bernama Robert Suurhof, untuk pergi ke Wonokromo, mengunjungi seorang wanita cantik—bernama Annalies Melemma. Suurhof akhirnya menjadi musuh Minke, karena mencintai wanita yang sama, yaitu Annalies Melemma, celakanya Annalies juga mencintai Minke daripada Suurhof. Annalies tinggal disebuah rumah besar yang indah bersama Nyai Ontosoroh, yang merupakan seorang Nyai,dan kakanya Robert Mellema.

Rising Action:

Karena dendam Nyai Ontosoroh pada orang tuanya, Nyai bertekad untuk mengangkat harkat martabatnya sendiri dengan pengetahuan. Nyai belajar banyak dari Tuan Mellema—hidup seperti bangsa Eropa, membaca buku Eropa, belajar baca tulis, dan belajar mengelola perusahaan. Tuan Mellema awalnya baik dan sangat mencintai Nyai Ontosoroh, meski tidak pernah menikahinya secara resmi secara hukum dan agama. Namun bencana datang ketika anak sah Tuan Mellema datang dari Belanda untuk bekerja di Indonesia dan menuntut Tuan Mellema, semuanya menjadi kacau, Tuan Mellema pergi meninggalkan Nyai Ontosoroh.

Meski begitu, Nyai Ontosoroh sudah banyak belajar, bersama Annalies kedua perempuan itu membangun sebuah perusahaan yang sangat besar. Bisa dikatakan meski hanya seorang Nyai, Ontosoroh membikin dirinya dihormati karena kekayaannya yang melimpah, hasil jerih payahnya sendiri, menjadikannya wanita yang mandiri. Sementara Robert Mellema sudara Annalies Mellema, lebih mengikuti ayahnya dan membenci Nyai Ontosoroh sebagai Ibunya.

Komplikasi:

Puncaknya, setelah kematian Herman Mellema, datang putusan pengadilan Amsterdam untuk menyita seluruh harta kekayaan Herman Mellema di Hindia. Tak cukup sampai di situ, pengadilan Belanda pun tidak mengakui perkawinan Minke dengan Annelies secara hukum karena Annelies masih di bawah umur. Minke dan Nyai Ontosoroh pun terus berjuang melawan hukum kolonial ini meskipun pada akhirnya menemui kegagalan.

Resolusi:

Perjalanan cinta keduanya harus berakhir karena tuan Mellema yang mempunyai istri resmi di Belanda menuntut segala hak pertanian dan perkebunannya diberikan kepadanya lewat anaknya, Maurits Mellema. Konflik-konflik yang terjadi membuat Annelies terpaksa harus berlayar ke negeri Belanda tanpa didampingi oleh Minke ataupun Nyai Ontosoroh.

Koda:

Dalam film ini Pramoedya menunjukkan betapa pentingnya belajar, dengan belajar, dapat mengubah nasib, seperti dalam film ini, Nyai yang tidak bersekolah, dapat menjadi seorang guru yang hebat bagi siswa H.B.S Minke. Bahkan pengetahuan si Nyai yang didapat dari pengalaman, dari buku-buku dan dari kehidupan sehari-hari, ternyata lebih luas dari guru-guru sekolah H.B.S. Sehingga kita tahu bahwa belajar itu tidak merugikan melainkan menguntungkan.


Maaf kalo salah :)

0 Response to "Analisis struktur dramatik"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel